Minggu, 04 November 2012

Analisis Tendangan Sabit pada Olahraga Pencak Silat


ANALISIS TENDANGAN SABIT
PADA OLAHRAGA BELADIRI PENCAK SILAT

          Pencak silat adalah olahraga beladiri yang dipertandingkan. Terdapat beberapa teknik dalam  pencak silat, misalnya tendangan sabit, tendangan depan, tendangan samping, sirkel, sapuan bawah. Dalam analisis ini akan dibahas teknik tendangan sabit . Gerak teknik tendangan sabit terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: tahap sikap pasang, tahap pelaksanaan (take-off kaki serang dan impact), dan tahap gerak lanjutan (follow through).  
1.    Tahap Sikap Pasang
Sikap pasang merupakan sikap dasar untuk setiap melakukan teknik dalam pertandingan pencak silat. Menurut Agung Nugroho (2001: 38) sikap pasang adalah sikap siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir dari rangkaian gerak. Selain itu, sikap pasang diartikan sebagai sikap taktik untuk menghadapi lawan yang berpola menyerang atau menyambut (Johansyah, 2004: 10). Dengan demikian, sikap pasang merupakan beragam sesuai dengan perguruan masing-masing. Hal tersebut menunjukkan kekayaan hal yang penting karena menjadi landasaan untuk melakukan gerakan berikutnya.
Sikap pasang dalam pencak silat sangat teknik pencak silat di Indonesia sebagai pemilik budaya pencak silat. Menurut PB IPSI gerak sikap pasang dapat dibedakan menjadi delapan, yaitu: sikap pasang satu, sikap pasang dua, sikap pasang tiga  sikap pasang empat, sikap pasang lima, sikap pasang enam, sikap pasang tujuh, sikap pasang delapan.
     Sikap pasang yang paling efektif adalah sikap pasang satu. Dalam sikap pasang satu kaki tidak dalam keadaan segaris sehingga memudahkan pesilat untuk melakukan serangan. Pasang satu memiliki jarak lintasan paling pendek sehingga penyerangan bisa dilakukan secara cepat tanpa ada gerakan yang kompleks yang harus dilakukan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada teknik tendangan sabit, yaitu arah pandangan, fleksi lengan depan, letak proyeksi pusat gaya berat terhadap bidang tumpu, fleksi lutut depan dan fleksi lutut belakang, dan bidang tumpu.




 

           

                                                                               Arah pandangan

                                                                                    Fleksi lengan depan

                              Letak Proyeksi Pusat Gaya Berat Terhadap Bidang Tumpu



                                                                                 Fleksi lutut 
                       
 


                                                              Luas bidang tumpu

         Gb. Sikap Pasang ( Sikap Pasang Satu )

a.       Arah pandangan
Pada sikap pasang, arah pandangan focus terhadap sasaran yang akan ditendang. Tujuannya agar tendangan yang dilakukan memiliki tingkat akurasi (ketepatan) yang tinggi.
a.       Fleksi lengan depan
Fleksi lengan depan diupayakan sedekat mungkin pada sudut 90o . Dengan demikian akan mempermudah gerakan lengan depan pada saat ditarik ke arah luar, sehingga akan membantu mempercepat gerakan tungkai yang digunakan untuk menendang.
b.      Fleksi lutut depan dan fleksi lutut belakang
Pada teknik tendangan sabit yang menggunakan kaki belakang, letak proyaksi pusat gaya berat akan lebih menguntungkan apabila berada lebih dekat terhadap kaki tumpu (kaki yang berada di depan). Dengan demikian gaya yang digunakan untuk mengangkat kaki bagian belakang menjadi lebih efisien sehingga gerakan yang dilakukan dapat menjadi lebih cepat, oleh karena tingkat keseimbangan pesilat berada pada posisi setimbang labil.


c.       Letak proyeksi pusat gaya berat terhadap bidang tumpu
Fleksi lutut sangat menentukan kecepatan hasil tendangan. Fleksi lutut yang terlalu kecil akan mengakibatkan letak proyeksi pusat gaya berat semakin mendekati bidang tumpu. Dengan demikian gaya gravitasi bumi akan memberikan pengaruh yang kuat pada saat akan mengawali gerakan. Sebagai akibatnya gerakan yang dilakukan menjadi lambat. Untuk itu, fleksi lutut pada saat melakukan sikap pasang tidak boleh terlalu kecil maupun terlalu besar. Pada saat sikap pasang, fleksi lutut depan harus lebih kecil dibandingkan dengan fleksi lutut belakang segingga letak proyeksi pusat gaya berat akan mengarah pada kaki yang berada di depan.
d.      Bidang  tumpu
Semakin luas bidang tumpu, maka tingkat keseimbangan pesilat menjadi semakin stabil. Sebagai akibatnya, pesilat harus mengeluarkan gaya yang lebih besar untuk dapat melakukan tendangan dengan cepat. Untuk itu, agar dapat melakukan tendangan dengan cepat maka kuda-kuda yang dilakukan pesilat sebaiknya tidak terlalu lebar.

2.    Tahap Pelaksanaan
       Dua tahapan pelaksanaan adalah sesaat sebelum take off dari mattras dan ketika impact dalam punch box.
a.         Sesaat Sebelum Take Off
Arah pandangan pada tahap ini tetap fokus pada sasaran yang akan ditendang agar tendangan yang dilakukan memiliki tingkat ketepatan yang tinggi. Posisi lengan kiri ditarik ke arah kiri luar untuk membantu terjadinya rotasi pada bahu, sedangkan lengan kanan bergerak ke arah kiri  atas untuk membantu mempercepat gerakan kaki serang. 
Pada tahap ini terjadi perubahan letak proyeksi pusat gaya berat, yaitu ke arah kaki tumpu dan cenderung lebih tinggi dibandingkan pada saat sikap pasang. Perpindahan letak proyeksi pusat gaya berat diakibatkan adanya perubahan fleksi pada lutut yang sebabkan adanya tarikan yang dilakukan oleh lengan kiri.  Kesalahan yang sering terjadi pada tahap ini adalah posisi kaki tumpu yang cenderung masih menapak sepenuhnya pada lantai matras. Keadaan ini membuat gerakan kaki serang mengalami hambatan sehingga gerakan yang dilakukan menjadi lambat. Untuk itu, pada saat kaki serang pada posisi take-off, kaki tumpu sudah harus segera mengikuti untuk mempercepat gerakan kaki serang.  

Gb. Sesaat sebelum impact

b.      Impact
Impact adalah tahapan dimana kaki mulai menyerang atau menendang sampai mengenai sasaran. Tendangan sabit yang baik dapat dilihat di tahapan ini. Pergerakan yang ideal dari tahapan ini adalah arah kepala selalu melihat target, pergerakan lengan kanan tidak terlalu ke belakang dan pergerakan tangan kiri di depan dada, ada putaran pinggul, lintasan tendangan yang benar adalah dari sisi bawah ke sisi atas, posisi gaya berat dalam bidang tumpu dalam kondisi seimbang.

                        Gb. Impact








1 komentar: