ANALISIS TENDANGAN
SABIT
PADA OLAHRAGA BELADIRI PENCAK
SILAT
Pencak silat adalah olahraga beladiri
yang dipertandingkan. Terdapat beberapa teknik dalam pencak silat, misalnya tendangan sabit,
tendangan depan, tendangan samping, sirkel, sapuan bawah. Dalam analisis ini
akan dibahas teknik tendangan sabit . Gerak
teknik tendangan
sabit terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: tahap sikap pasang, tahap
pelaksanaan (take-off kaki serang dan impact), dan
tahap gerak lanjutan (follow through).
1.
Tahap Sikap Pasang
Sikap pasang merupakan sikap dasar untuk setiap
melakukan teknik dalam pertandingan pencak
silat. Menurut Agung Nugroho (2001: 38) sikap pasang adalah sikap siaga
untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal
serta akhir dari rangkaian gerak. Selain itu, sikap pasang diartikan sebagai
sikap taktik untuk menghadapi lawan yang berpola menyerang atau menyambut
(Johansyah, 2004: 10). Dengan demikian, sikap pasang merupakan beragam sesuai
dengan perguruan masing-masing. Hal tersebut menunjukkan kekayaan hal yang
penting karena menjadi landasaan untuk melakukan gerakan berikutnya.
Sikap pasang dalam pencak silat
sangat teknik pencak silat di Indonesia sebagai pemilik budaya pencak silat.
Menurut PB IPSI gerak sikap pasang dapat dibedakan
menjadi delapan, yaitu: sikap pasang satu, sikap pasang dua, sikap pasang tiga sikap pasang empat, sikap pasang lima, sikap pasang enam, sikap pasang tujuh, sikap pasang delapan.
Sikap
pasang yang paling efektif adalah sikap pasang satu. Dalam sikap pasang satu
kaki tidak dalam keadaan segaris sehingga memudahkan pesilat untuk melakukan
serangan. Pasang satu memiliki jarak lintasan paling pendek sehingga
penyerangan bisa dilakukan secara cepat tanpa ada gerakan yang kompleks yang
harus dilakukan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada teknik
tendangan sabit, yaitu arah pandangan, fleksi lengan depan, letak proyeksi
pusat gaya berat terhadap bidang tumpu, fleksi lutut depan dan fleksi lutut
belakang, dan bidang tumpu.
Arah pandangan
Fleksi
lengan depan
Letak
Proyeksi Pusat Gaya Berat Terhadap Bidang Tumpu
Fleksi lutut
Luas
bidang tumpu
Gb.
Sikap Pasang ( Sikap Pasang Satu )
a.
Arah pandangan
Pada sikap pasang, arah pandangan focus
terhadap sasaran yang akan ditendang. Tujuannya agar tendangan yang dilakukan
memiliki tingkat akurasi (ketepatan) yang tinggi.
a. Fleksi
lengan depan
Fleksi lengan depan diupayakan sedekat
mungkin pada sudut 90o . Dengan demikian akan mempermudah gerakan
lengan depan pada saat ditarik ke arah luar, sehingga akan membantu mempercepat
gerakan tungkai yang digunakan untuk menendang.
b.
Fleksi lutut depan dan fleksi lutut belakang
Pada teknik tendangan sabit yang
menggunakan kaki belakang, letak proyaksi pusat gaya berat akan lebih
menguntungkan apabila berada lebih dekat terhadap kaki tumpu (kaki yang berada
di depan). Dengan demikian gaya yang digunakan untuk mengangkat kaki bagian
belakang menjadi lebih efisien sehingga gerakan yang dilakukan dapat menjadi
lebih cepat, oleh karena tingkat keseimbangan pesilat berada pada posisi
setimbang labil.
c.
Letak proyeksi pusat gaya berat terhadap bidang tumpu
Fleksi lutut sangat menentukan kecepatan hasil tendangan. Fleksi
lutut yang terlalu kecil akan mengakibatkan letak proyeksi pusat gaya berat
semakin mendekati bidang tumpu. Dengan demikian gaya gravitasi bumi akan
memberikan pengaruh yang kuat pada saat akan mengawali gerakan. Sebagai
akibatnya gerakan yang dilakukan menjadi lambat. Untuk itu, fleksi lutut pada
saat melakukan sikap pasang tidak boleh terlalu kecil maupun terlalu besar.
Pada saat sikap pasang, fleksi lutut depan harus lebih kecil dibandingkan
dengan fleksi lutut belakang segingga letak proyeksi pusat gaya berat akan
mengarah pada kaki yang berada di depan.
d.
Bidang tumpu
Semakin luas bidang tumpu, maka tingkat keseimbangan pesilat
menjadi semakin stabil. Sebagai akibatnya, pesilat harus mengeluarkan gaya yang
lebih besar untuk dapat melakukan tendangan dengan cepat. Untuk itu, agar dapat
melakukan tendangan dengan cepat maka kuda-kuda yang dilakukan pesilat
sebaiknya tidak terlalu lebar.
2.
Tahap Pelaksanaan
Dua tahapan pelaksanaan adalah sesaat
sebelum take off dari mattras dan ketika impact dalam punch box.
a.
Sesaat Sebelum Take Off
Arah pandangan pada tahap ini tetap fokus
pada sasaran yang akan ditendang agar tendangan yang dilakukan memiliki tingkat
ketepatan yang tinggi. Posisi lengan kiri ditarik ke arah kiri luar untuk
membantu terjadinya rotasi pada bahu, sedangkan lengan kanan bergerak ke arah
kiri atas untuk membantu mempercepat
gerakan kaki serang.
Pada tahap ini terjadi perubahan letak
proyeksi pusat gaya berat, yaitu ke arah kaki tumpu dan cenderung lebih tinggi
dibandingkan pada saat sikap pasang. Perpindahan letak proyeksi pusat gaya
berat diakibatkan adanya perubahan fleksi pada lutut yang sebabkan adanya
tarikan yang dilakukan oleh lengan kiri.
Kesalahan yang sering terjadi pada tahap ini adalah posisi kaki tumpu
yang cenderung masih menapak sepenuhnya pada lantai matras. Keadaan ini membuat
gerakan kaki serang mengalami hambatan sehingga gerakan yang dilakukan menjadi
lambat. Untuk itu, pada saat kaki serang pada posisi take-off, kaki tumpu sudah
harus segera mengikuti untuk mempercepat gerakan kaki serang.
Gb. Sesaat sebelum impact
b.
Impact
Impact adalah tahapan dimana kaki mulai
menyerang atau menendang sampai mengenai sasaran. Tendangan sabit yang baik
dapat dilihat di tahapan ini. Pergerakan yang ideal dari tahapan ini adalah
arah kepala selalu melihat target, pergerakan lengan kanan tidak terlalu ke belakang
dan pergerakan tangan kiri di depan dada, ada putaran pinggul, lintasan
tendangan yang benar adalah dari sisi bawah ke sisi atas, posisi gaya berat
dalam bidang tumpu dalam kondisi seimbang.
Gb. Impact
Kak follow through nya ko blm ada?
BalasHapus