A.
Penyebab Doping
Doping digunakan
seorang atlet agar dapat meraih prestasi, gengsi, ambisi, bonus, uang,
ketenaran, hiruk pikuk tepukan dan puja puji. Banyak negara menjadikan olahraga
bak sebuah industri, melibatkan uang, melibatkan berbagai pihak dan
kepentingan. Di sisi lain, sajian olahraga menjadi makin menarik, penuh pesona,
mampu menyedot perhatian berjuta pasang mata, menciptakan kelompok-kelompok
para fans, melecut gairah, menggugah histeria. Kadang memicu pertengkaran,
perkelahian atau bahkan nyawapun jadi tumbal. Untuk itulah para olahragawan
(dan para ofisial) dituntut selalu tampil prima untuk meraih impian, yakni
kemenangan dan prestasi
Tak ada yang
salah ketika kemenangan, gengsi dan prestasi dikumandangkan. Namun upaya ke
arah itu lebih baik menggunakan cara-cara jujur dengan menjunjung tinggi nilai
sportivitas sebagai “ruh” olah raga itu sendiri. Tentu dengan latihan tekun,
teratur, terukur, sistematis dengan memanfaatkan teknologi terkini sejauh tidak
melanggar ketentuan Induk Organisai Olahraga dan tidak merugikan kesehatan.
Selain hal
tersebut diatas, sebab-sebab atlet melakukan doping juga dikarenakan oleh :
a.
Atlet tidak mengerti atau tidak mau mengerti akan bahaya dari Doping.
b.
Keinginan pribadi atlit untuk menang dengan cara apapun.
c.
Rangsangan hadiah apabila menang
(segi komersiel).
d.
Atlet merasa yakin bahwa obat yang mereka minum
e.
adalah baru dan tidak dapat dideteksi dalam air seninya.
Untuk mengurangi dan menghindari doping cara yang
dapat ditempuh adalah :
a.
Menyebarluasan pengertian tentang efek buruk doping bagi
tubuh.
tubuh.
b.
Memberikan sanksi-sanksi yang sangat berat bagi para pemakainya
B.
Hubungan antara Prestasi dan Sportivitas.
Seorang atlet yang
melakukan doping secara tidak langsung telah membohongi banyak publik. Apabila seorang
atlet melakukan doping berarti tidak
percaya akan kemampuan yang dimilikinya dan merasa tidak nyaman dan merasa
kemampuannya terus menurun apabila tidak mengonsumsi suplemen atau obat-obatan.
Atlet yang melakukan doping berarti tela merusak citra olahraga dan tidak
menjunjung sportivitas..
Apabila seorang
atlet ingin diakui dan berprestasi maka harus berlatih dengan giat dan tekun
serta bersaing dengan jujur tanpa doping. Karena doping hanya akan menjerumuskan
dan merusak tubuh serta bila ketahuan menggunakan doping akan menanggung malu
dan mendapat hukuman dari pihak yang berwenang yaitu WADA ( World Anti Doping Agency
), sebuah lembaga yang khusus menangani doping.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar