Minggu, 04 November 2012

Penyebab Doping


A.    Penyebab Doping
Doping digunakan seorang atlet agar dapat meraih prestasi, gengsi, ambisi, bonus, uang, ketenaran, hiruk pikuk tepukan dan puja puji. Banyak negara menjadikan olahraga bak sebuah industri, melibatkan uang, melibatkan berbagai pihak dan kepentingan. Di sisi lain, sajian olahraga menjadi makin menarik, penuh pesona, mampu menyedot perhatian berjuta pasang mata, menciptakan kelompok-kelompok para fans, melecut gairah, menggugah histeria. Kadang memicu pertengkaran, perkelahian atau bahkan nyawapun jadi tumbal. Untuk itulah para olahragawan (dan para ofisial) dituntut selalu tampil prima untuk meraih impian, yakni kemenangan dan prestasi
Tak ada yang salah ketika kemenangan, gengsi dan prestasi dikumandangkan. Namun upaya ke arah itu lebih baik menggunakan cara-cara jujur dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas sebagai “ruh” olah raga itu sendiri. Tentu dengan latihan tekun, teratur, terukur, sistematis dengan memanfaatkan teknologi terkini sejauh tidak melanggar ketentuan Induk Organisai Olahraga dan tidak merugikan kesehatan.
Selain hal tersebut diatas, sebab-sebab atlet melakukan doping juga dikarenakan oleh :
a.       Atlet tidak mengerti atau tidak mau mengerti akan bahaya dari Doping.
b.      Keinginan pribadi atlit untuk menang dengan cara apapun.
c.       Rangsangan hadiah apabila  menang (segi komersiel).
d.      Atlet merasa yakin bahwa obat yang mereka minum
e.       adalah baru dan tidak dapat dideteksi dalam air seninya.
Untuk mengurangi dan menghindari doping cara yang dapat ditempuh adalah :
a.         Menyebarluasan pengertian tentang efek buruk doping bagi
tubuh.
b.         Memberikan sanksi-sanksi yang sangat berat bagi para pemakainya

B.      Hubungan antara Prestasi dan Sportivitas.
Seorang atlet yang melakukan doping secara tidak langsung telah membohongi banyak publik. Apabila seorang atlet  melakukan doping berarti tidak percaya akan kemampuan yang dimilikinya dan merasa tidak nyaman dan merasa kemampuannya terus menurun apabila tidak mengonsumsi suplemen atau obat-obatan. Atlet yang melakukan doping berarti tela merusak citra olahraga dan tidak menjunjung sportivitas..
Apabila seorang atlet ingin diakui dan berprestasi maka harus berlatih dengan giat dan tekun serta bersaing dengan jujur tanpa doping. Karena doping hanya akan menjerumuskan dan merusak tubuh serta bila ketahuan menggunakan doping akan menanggung malu dan mendapat hukuman dari pihak yang berwenang yaitu                 WADA ( World Anti Doping Agency ), sebuah lembaga yang khusus menangani doping.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar