A. Pengertian
Belajar Gerak/ Motorik
Pengertian
belajar motorik/gerak pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan pengertian
belajar secara umum. Berikut adalah beberapa penjelasan belajar motorik menurut
para ahli :
1. Schmidt
( 1991 ) menjelaskan bahwa pembelajaran gerak adalah serangkaian proses yang
dihubungkan dengan latihan atau pengalaman yang mengarah pada perubahan –
perubahan yang relative permanen dalam kemampuan seseorang untuk menampilkan
gerakan – gerakan yang terampil.
2. Oxendine
( 1984 ) menjelaskan bahwa belajar motorik adalah suatu proses perubahan
perilaku gerak yang relatif permanen sebagai hasil dari latihan dan pengalaman.
3. Rahantoknam
( 1988 ) menjelaskan bahwa belajar motorik adalah proses peningkatan suatu
keterampilan motorik yang disebabkan oleh kondisi latihan atau diperoleh dari
pengalaman, bukan karena kondisi maturasi atau motivasi temporer dan fluktuasi
fisiologis. Dari gambaran diatas diambil kesimpulan bahwa belajar gerak adalah
suatu rangkaian proses perubahan perilaku gerak yang relatif permanen yang
diperoleh dari hasil pengalaman dan latihan untuk menampilkan gerakan yang
terampil dan benar.
B. Unsur
Belajar Gerak/ Motorik
Berdasarkan
pengertian belajar motorik tersebut, maka diidentifikasi unsur – unsur dalam
belajar motorik adalah sebagai berikut :
1. Belajar
motorik adalah suatu proses. Belajar motorik adalah proses internal yang
terjadi pada siswa/ atlet, karena adanya faktor eksternal ( keadaan di luar
diri siswa yang member pengaruh pada perkembangan motoriknya ) dan faktor internal
( karakteristik siswa : kecerdasan, tipe tubuh, kemampuan motorik, dll) itu
sendiri. Berdasar teori belajar information processing ( Singer, 1980 ),
belajar motorik terjadi karena adanya informasi yang masuk kemudian diolah dan
diaktualisasikan dalam bentuk gerak. Seperti dalam Hipotesis Diagram Blok
Sistem Sensori Manusia : Sene Organ persepsi penyimpanan jangka pendek
pemindahan persepsi ke gerak pengendalian respon efektor
2. Hasil
dari belajar merupakan kemampuan merespon yang diaktualisasikan dalam bentuk
gerakan. Hasil akhir yang diharapkan adalah siswa dapat menguasai faktor –
faktor internal dari suatu keterampilan dan dilakukan secara teratur serta
tepat waktunya. Kualitasnya diukur dari kinerja saat melakukan gerakan dan hasil
gerakannya ( responnya ).
3. Kemampuan
atau gerakan yang dihasilkan relatif permanen
Keterampilan motorik yang dikuasai dan dipelajari oleh siswa/ atlet dapat melekat pada diri dalam waktu yang relatif lama. Namun berdasarkan Theory Of Retention And Forgetting ( Singer, 1980; Schmidt, 1988 ) bahwa kemampuan manusia untuk mengingat sangat terbatas, makin lama makin berkurang bahkan bisa hilang atau lupa sama sekali.
Keterampilan motorik yang dikuasai dan dipelajari oleh siswa/ atlet dapat melekat pada diri dalam waktu yang relatif lama. Namun berdasarkan Theory Of Retention And Forgetting ( Singer, 1980; Schmidt, 1988 ) bahwa kemampuan manusia untuk mengingat sangat terbatas, makin lama makin berkurang bahkan bisa hilang atau lupa sama sekali.
4. Keterampilan
gerak sebagai akibat dari latihan dan pengalaman
Keterampilan motorik bukan karena pertumbuhan, perkembangan dan kematangan, tetapi hasil latihan. Seperti dijelaskan Rahantoknam ( 1988 ) di atas.
Keterampilan motorik bukan karena pertumbuhan, perkembangan dan kematangan, tetapi hasil latihan. Seperti dijelaskan Rahantoknam ( 1988 ) di atas.
5. Perubahan
dapat kearah negatif maupun positif Atlet berlatih setiap hari pada hakikatnya
ingin meningkatkan ketrampilan motorik yang teah dikuasai dan mempertahankan
prestasi yang telah dicapai. Tetapi hasil belajar/ latihan tidak selalu
mengarah pada peningkatan secara terus menerus, karena banyak faktor yang
memperngaruhi peningkatan hasil latihan.
C. Manfaat
Belajar Gerak/ Motorik
Manfaat
dari belajar motorik diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Agar
siswa/ atlet dapat memperoleh kemampuan keterampilan kemudian berlatih untuk
meningkatkan kemampuan tersebut.
2. Memberikan perubahan yang permanen di dalam
perilaku untuk melakukan gerakan dengan benar sebagai hasil dari belajar
motorik.
3. Dapat
memberikan umpan balik yang berhubungan dengan perasaan dari pergerakan yang
berkelanjutan yang telah ada dari hasil latihan di dalam system saraf yang
telah disimpan oleh memori untuk melakukan automatisasi gerak.
4. Meningkatkan
koordinasi antara persepsi dan tindakan secara baik dan benar dan automatisasi
gerakan dari keterampilan gerak.
5. Dapat
mengambil keuntungan dari mekanika sistem musculoskeletal untuk mengoptimalkan
serta efisiensi dari konsistensi pergerakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar