LEMAK
LEMAK
1.
Pengertian
a.
Lemak
Lemak, disebut
juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber
energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam
tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ
hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi.
Fungsi lemak
adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber
asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein,
memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh.
Secara ilmu gizi, lemak dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :
1)
Lipid sederhana :
a)
lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida)
b)
ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi
2) Lipid
majemuk
a)
Fosfolipid
b)
Lipoprotein
3) Lipid
turunan
a) asam
lemak
b) sterol
(kolesterol, ergosterol,dsb)
Secara klinis, lemak yang penting adalah :
a) Kolesterol
b) Trigliserida
(lemak netral)
c) Fosfolipid
d) Asam
Lemak
Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas
98-99% trigliserida. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida
terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak
dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama
Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam
bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel
lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta
melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan
komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi,
karbondioksida (CO2), dan air (H2O).
b. Kolesterol
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol
merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama
sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan
sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk &
mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya Estrogen &
Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ).
Kolesterol tubuh berasal dari hasil pembentukan di
dalam tubuh (sekitar 500 mg/hari) dan dari makanan yang dimakan. Pembentukan
kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati (50% total sintesis) dan
sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel berinti.
Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung kolesterol antara lain daging (sapi
maupun unggas), ikan dan produk susu. Makanan yang berasal dari daging hewan
biasanya banyak mengandung kolesterol, tetapi makanan yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.
c. Lipid
Plasma
Pada umumnya lemak tidak larut dalam air, yang berarti
juga tidak larut dalam plasma darah. Agar lemak dapat diangkut ke dalam
peredaran darah, maka lemak tersebut harus dibuat larut dengan cara
mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. Ikatan antara lemak
(kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein
(dari kata Lipo=lemak, dan protein). Lipoprotein
bertugas mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat
penggunaannya.
Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain:
a)
Kilomikron
b)
VLDL (Very Low Density Lipoprotein)
c)
IDL (Intermediate Density Lipoprotein)
d)
LDL (Low Density Lipoprotein)
e)
HDL (High Density Lipoprotein)
Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa
cara:
a)
Mengurangi pembentukan lipoprotein dan
mengurangi jumlah lipoprotein yang masuk ke dalam darah
b)
Meningkatkan atau menurunkan kecepatan
pembuangan lipoprotein dari dalam darah
d. Jalur
Pengangkutan Lemak Dalam Darah
Lemak dalam darah diangkut dengan dua cara, yaitu melalui jalur eksogen
dan jalur endogen
a) Jalur
eksogen
Trigliserida & kolesterol yang berasal dari makanan dalam usus
dikemas dalam bentuk partikel besar lipoprotein, yang disebut Kilomikron.
Kilomikron ini akan membawanya ke dalam aliran darah. Kemudian trigliserid
dalam kilomikron tadi mengalami penguraian oleh enzim lipoprotein lipase,
sehingga terbentuk asam lemak bebas dan kilomikron remnan. Asam lemak bebas
akan menembus jaringan lemak atau sel otot untuk diubah menjadi trigliserida
kembali sebagai cadangan energi. Sedangkan kilomikron remnan akan dimetabolisme
dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol bebas.
Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati diubah menjadi asam empedu, yang
akan dikeluarkan ke dalam usus, berfungsi seperti detergen & membantu
proses penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol dikeluarkan
melalui saluran empedu tanpa dimetabolisme menjadi asam empedu kemudian organ
hati akan mendistribusikan kolesterol ke jaringan tubuh lainnya melalui jalur
endogen. Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil),
dibuang dari aliran darah oleh hati. Kolesterol juga dapat diproduksi oleh hati
dengan bantuan enzim yang disebut HMG Koenzim-A Reduktase, kemudian dikirimkan
ke dalam aliran darah.
b) Jalur
endogen
Pembentukan trigliserida dalam
hati akan meningkat apabila makanan sehari-hari mengandung karbohidrat yang
berlebihan. Hati mengubah karbohidrat menjadi asam lemak, kemudian membentuk
trigliserida, trigliserida ini dibawa melalui aliran darah dalam bentuk Very
Low Density Lipoprotein (VLDL). VLDL kemudian akan dimetabolisme oleh enzim
lipoprotein lipase menjadi IDL (Intermediate Density Lipoprotein). Kemudian IDL
melalui serangkaian proses akan berubah menjadi LDL (Low Density Lipoprotein)
yang kaya akan kolesterol. Kira-kira ¾ dari kolesterol total dalam plasma
normal manusia mengandung partikel LDL. LDL ini bertugas menghantarkan
kolesterol ke dalam tubuh. Kolesterol yang tidak diperlukan akan dilepaskan ke
dalam darah, dimana pertama-tama akan berikatan dengan HDL (High Density
Lipoprotein). HDL bertugas membuang kelebihan kolesterol dari dalam tubuh.
Itulah sebab munculnya istilah LDL-Kolesterol disebut lemak “jahat” dan
HDL-Kolesterol disebut lemak “baik”. Sehingga rasio keduanya harus seimbang.
Kilomikron membawa lemak dari
usus (berasal dari makanan) dan mengirim trigliserid ke sel-sel tubuh. VLDL
membawa lemak dari hati dan mengirim trigliserid ke sel-sel tubuh. LDL yang
berasal dari pemecahan IDL (sebelumnya berbentuk VLDL) merupakan pengirim
kolesterol yang utama ke sel-sel tubuh. HDL membawa kelebihan kolesterol dari
dalam sel untuk dibuang. (Sumber: Nutrition: Science and Applications, 2nd
edition, edited by L. A. Smaolin & M. B. Grosvenor. Saunders College
Publishing, 1997.)
e.
Metabolisme Lemak
Lemak
atau trigliserida di dalam tubuh diubah menjadi asam lemak dan gliserol. Asam
lemak yang terbentuk dapat secara langsung digunakan sebagai sumber energi oleh
banyak sel, kecuali sel darah merah dan sel susunan saraf pusat hanya dapat
menggunakan glukosa. Sedangkan metabolisme asam lemak rantai panjang memerlukan
sistem karier untuk pengangkutan ke dalam mitokondria sel.
Lemak yang dapat dioksidasi sebagai
sumber energi terdiri atas trigliserida, asam lemak bebas dan trigliserida
intra muskular. Asam lemak bebas yang terikat dengan albumin di dalam darah
hasil metabolisme dari jaringan lemak
merupakan sumbangan yang besar pada metabolisme lemak saat otot berkontraksi.
Sedangkan asam lemak bebas yang terikat dengan albumin di dalam darah hasil metabolisme
dari trigliserida intra muskular dan trigliserida plasma selama kontraksi otot
tidak diketahui secara jelas
Kontraksi otot terjadi karena adanya
energi hasil beta oksidasi asam lemak bebas dan reaksi biokimiawi dalam jalur
Kreb’s yang berasal dari lipolisis jaringan lemak. Otot mendapatkan asam lemak
bebas dan menggunakannya dalam bentuk energi biasanya ditentukan oleh
konsentrasi lemak dalam darah dan kemampuan otot untuk oksidasi asam lemak.
Peningkatan kadar asam lemak bebas dalam darah dan penggunaannya oleh otot
dapat mengurangi penggunaan glokogen dan glukosa darah. Kadar asam lemak
biasanya memuncak setelah 2-4 jam aktifitas olahraga.
Trigliserida intra muskular dapat
juga digunakan oleh otot untuk berkontraksi. Trigliserida intra muskular
dipercaya lebih penting pada awal kontraksi otot dan selama olahraga dengan
intensitas tinggi, dimana lipolisis jaringan lemak untuk pembentukan energi
masih terhambat.
f.
Keseimbangan Lemak
Tubuh Saat Olahraga
Awal-awal
melakukan olahraga ringan sampai sedang dalam waktu yang panjang, energi yang
didapat dari karbohidrat dan lemak sama jumlahnya. Kemudian terjadi peningkatan
secara bertahap penggunaan lemak sebagai sumber energi selama olahraga yang
berlangsung antara satu jam atau lebih, sedangkan penggunaan karbohidrat
berkurang.
Akhir olahraga yang berlangsung
lama, lemak terutama asam lemak bebas mensuplai 80% dari total energi yang
dibutuhkan. Sedangkan saat mencapai finish,
kembali penggunaan karbohidrat bertambah lagi. Besarnya metabolisme lemak pada
olahraga yang berlangsung lama kemungkinan disebabkan oleh penurunan gula darah
yang diikuti oleh penurunan hormon insulin dan peningkatan hormon glukagon. Hal
ini menunjukkan bahwa pada olahraga yang berlangsung lama terjadi penurunan
metabolisme glukosa dan glikogen, serta terjadi peningkatan metabolisme asam
lemak untuk memproduksi energi.
Awal melakukan aktifitas olahraga,
konsentrasi asam lemak dalam darah mengalami penurunan akibat dari peningkatan
pemakaian asam lemak oleh otot yang aktif. Aktifitas olahraga selanjutnya,
terjadi peningkatan pembebasan asam lemak dari jaringan lemak. Hal ini terjadi
melalui rangsangan hormonal oleh susunan saraf simpatis dan akibat penurunan
kadar hormon insulin.
Olahraga ringan sampai sedang
kebutuhan energinya sebagian besar disediakan oleh asam lemak yang dibebaskan
dari tempat cadangan trigliserida. Asam lemak yang telah dibebaskan sebagai
asam lemak bebas berikatan dengan albumin plasma, kemudian masuk ke dalam otot
dan digunakan untuk produksi energi.
g.
Kebutuhan Lemak Saat
Olahraga Endurance
Atlet olahraga endurance, penggunaan
energi sebagian besar berasal dari lemak. Akan tetapi pada awal dan akhir
melakukan olahraga endurance kebanyakan energi berasal dari glukosa dan
glikogen. Hal ini mengakibatkan cadangan glikogen di dalam otot dan juga hati
berkurang.
Glikogen dalam otot dan hati yang
telah berkurang harus diisi kembali. Zat gizi dalam makanan yang dapat mengisi
kembali glikogen berasal dari karbohidrat. Sedangkan lemak dalam tubuh selain
dapat diganti kembali oleh lemak, juga dapat diganti oleh karbohidrat dan
protein dalam makanan.
Walaupun atlet olahraga endurance
pembentukan energi sebagian besar berasal dari lemak, namun atlet tidak boleh
mengkonsumsi lemak secara berlebihan. Diet tinggi lemak oleh atlet sering
mengakibatkan peningakatan trigliserida, kolesterol total dan LDL kolesterol.
Risiko kesehatan seperti aterosklerosis, penyakit jantung, penyakit kanker
dapat timbul pada seorang atlet akibat konsumsi lemak yang tinggi.
Atlet juga dianjurkan untuk
membatasi konsumsi lemak berlebihan karena alasan-alasan lain. Hal ini
dimaksudkan agar atlet mengkonsumsi karbohidrat yang adekwat agar supaya
penggantian glikogen otot dan hati berlangsung dengan baik. Pengosongan lambung
menjadi lambat akibat mengkonsumsi lemak yang berlebihan sehingga perut terasa
penuh. Rasa kenyang dan penuh yang terjadi akibat makan lemak yang berlebihan
dapat mengurangi konsumsi karbohidrat yang adekwat.
Anjuran untuk seorang atlet dalam
konsumsi lemak yaitu kurangi konsumsi lemak secara berlebihan dan tidak lebih
dari 30% total energi. Setiap makanan tidak harus digoreng, tetapi dibakar atau
direbus. Atlet juga dianjurkan untuk mengkonsumsi kolesterol tidak melebihi 300
mg per hari.
Sadarilah bahwa minyak atau lemak
yang ditambahkan pada makanan seperti mentega pada roti, cream saus harus
dikurangi jumlahnya dalam menu makanan atlet. Pilihlah daging tidak berlemak
dan ayam tidak berlemak serta kupaslah kulit ayam. Beberapa makanan yang khusus
mempunyai kadar lemak dan kolesterol yang tinggi, misalnya coklat, cake,
ice-cream, keripik, dan juga jeroan, sop kaki, sop buntut, harus dihindari.
Menu seorang atlet harus mengandung
semua zat gizi yang diperlukan yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin,
mineral dan air. Menu atlet disusun berdasarkan jumlah kebutuhan energi dan
komposisi gizi penghasil energi yang seimbang. Menu makanan atlet harus
mengandung karbohidrat sebanyak 60 – 70%, lemak 20 – 25%, dan protein sebanyak
10 – 15% dari total energi yang dibutuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar