A.
Efek Doping
Meskipun atlet
sudah tahu akan bahaya doping tetapi mereka tetap saja melakukannya tanpa
berpikir panjang. Atlet yang melakukan doping biasanya karena stress, tidak
mencapai hasil latihan yang maksimal. Selain itu motivasi mendapatkan hadiah
dari suatu turnamen. Penyesalan memang selalu datang diakhir, setelah atlet
pensiun maka ia akan berpikir dan merasa bahwa doping berpengaruh pada
tubuhnya. Pengaruh atau efek doping tergantung pada jenis obatnya dan biasanya
akan dirasakan setelah beberapa tahun atau setelah atlet berusia tua. Berikut
jenis obat doping dan pengaruhnya bagi tubuh :
a.
Analgesic. Sebagai penghilang rasa sakit ketika haid menjelang. Tetapi,
dampaknya jika salah memilih obat bisa mengakibatkan sulit bernapas, mual,
kehilangan konsentrasi, dan mungkin menimbulkan adiksi atau kecanduan.
b.
Diuretika contoh : acetazolamide, bumetanide, chlorthalidone. Pada
beberapa jenis olah raga yang memiliki kriteria berat badan, misalnya angkat
besi,diuretika untuk mengeluarkan cairan tubuh. Banyak dan cepatnya pengeluaran
air seni ini akan cepat menurunkan berat badan sebab 60 persen dari berat badan
manusia terdiri atas air. Sayangnya, bersama itu akan terbawa keluar pula
beberapa jenis garam mineral. Akibatnya, timbul kejang otot, mual, sakit
kepala, dan pingsan. Pemakaian yang terlalu sering mungkin akan menyebabkan gangguan
ginjal dan jantung. selain dehidrasi, sakit kepala, mual, dan detak jantung
yang tidak normal, dehidrasi yang parah dapat menyebabkan ginjal dan jantung
berhenti bekerja
c.
Eritropoetin dan menyuntikkan darah ,Kedua cara ini akan meningkatkan
jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Fungsi sel darah merah melalui
hemoglobin adalah mengangkut oksigen. Dengan jumlah oksigen yang cukup bagi
seluruh tubuh, proses pembakaran akan berjalan lancar sehingga energi yang
dihasilkan akan bertambah. Cara ini biasanya untuk atlet yang memerlukan daya
tahan lama. Misalnya, untuk lari jauh, maraton, thriatlon, sky, berenang 800 m,
dan balap sepeda jarak jauh. Namun, efek bahaya suntikan eritropoetin darah
menjadi lebih pekat sehingga mudah menggumpal dan memungkinkan terjadinya
stroke(pecahnya pembuluh darah di otak).
d.
Doping dengan suntikan darah akan menimbulkan reaksi alergi, meningkatnya
sirkulasi darah di atas normal, dan mungkin gangguan ginjal. Golongan obat
peptide hormonis dan analognya dapat berakibat atlet menderita sakit kepala,
perasaan selalu letih, depresi, pembesaran buah dada pada atlet pria, dan mudah
tersinggung. Selain sejumlah kerugian tadi, dampak kejiwaan yang diderita atlet
pengguna doping yang ketahuan adalah siksaan tersendiri. Banyak atlet pemakai doping
yang menderita depresi.
e.
Obat-obatan anabolik, termasuk hormon androgenik steorid. Jenis hormon ini
punya efek berbahaya, baik bagi atlet pria maupun atlet perempuan karena
mengganggu keseimbangan hormon tubuh serta meningkatkan risiko terkena penyakit
hati dan jantung. Khusus bagi atlet perempuan, pemakaian hormon ini akan
menyebabkan tumbuhnya sifat pria, seperti berkumis, suara berat, dan serak.
Lalu, timbul gangguan menstruasi, perubahan pola distribusi pertumbuhan rambut,
mengecilkan ukuran buah dada, dan meningkatkan agresivitas. Bagi atlet remaja,
itu akan mengakibatkan timbulnya jerawat dan pertumbuhannya akan berhenti. Efek
samping lainnya yaitu meningkatkan tekanan darah dan suhu tubuh, meningkatkan
dan membuat tidak beraturan detak jantung, serangan dan kegelisahan, kehilangan
nafsu makan dan kecanduan. Ini dapat menyebabkan jantung berhenti, stroke dan
kematian. Stimulan ini dapat ditemukan dalam resep dan obat-obat yang dijual di
konter termasuk dalam herbal dan makanan tambahan.
f.
Anabolic steroids, contohnya
androstenedione, nandrolone dan stanozolol. Untuk merangsang sel otot dan
tulang untuk membuat protein baru. Mereka meningkatkan kekuatan otot dan
mendorong pertumbuhan otot baru, meniru pengaruh dari hormon seks laki-laki
testosteron. Mereka juga meningkatkan tekanan darah, memperkeras arteri dan
meningkatkan resiko sakit jantung, sakit lever, dan kanker tertentu.
g.
HGH, Human Growth Hormone (hormon pertumbuhan manusia), somatotrophin.
menyamai hormon pertumbuhan dalam darah yang dikendalikan oleh mekanisme
kompleks yang merangsang pertumbuhan, membantu sintesa protein dan
menghancurkan lemak. HGH disalahgunakan oleh saingan untuk merangsang otot dan
pertumbuhan jaringan. Efek yang merugikan termasuk kelebihan kadar glukosa,
akumulasi cairan, sakit jantung, masalah sendi dan jaringan pengikat, kadar
lemak tinggi, lemahnya otot, aktivitas thyroid yang rendah dan cacat.
h.
Erythropoietin (EPO) EPO dipeoduksi oleh ginjal untuk merangsang produksi
sel darah merah untuk mengangkut oksigen. Kegunaan utama dari EPO sintetis
adalah untuk mengobati anemia. Ini disalahgunakan oleh atlet jarak jauh, pemain
ski cross-country dan pembalap sepeda untuk meningkatkan daya tahan. Efek yang
merugikan termasuk tekanan darah tinggi, menyumbat pembuluh arteri dan vena,
pembengkakan otak, jantung berdebar, sakit dan luka pada otot dan mual.
i.
Beta-Blockers, untuk membendung penyampaikan rangsangan ke jantung,
paru-paru dan aliran darah, memperlambat rata-rata detak jantung. Itu dilarang
dalam olahraga seperti panahan dan menyelam karena menghindarkan getaran. Efek
merugikan yang terjadi antaralain mimpi buruk, susah tidur, kelelahan, depresi,
gula darah rendah dan gagal jantung.
j.
Doping darah. Mengatur sel darah merah atau hasil peroduksi yang terkait
untuk menambah jumlah sel darah merah buatan yang ada di dalam tubuh, yang
meningkatkan kapasitas pengangkutan oksigen dalam tubuh. Darah dapat diambil
dari atletnya sendiri dan disimpan selama dua atau tiga bulan menjelang
kompetisi. Efek merugikan termasuk gagal ginjal dan lever dan kerusakan otak.
Posted by Webmaster at 13:26
Posted by Webmaster at 13:26
Tidak ada komentar:
Posting Komentar