Minggu, 04 November 2012

Statistika



Statistik adalah cara untu mengolah data dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logik dari pengolahan data. (Prof.Drs.Sutrisno Hadi,MA)

Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu. (Prof.Dr.H.Agus Irianto)

Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka. (Ir.M.Iqbal hasan,MM)

Statistik adalah metode yang memberikan cara-cara guna menilai ketidak tentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif. (Stoel dan Torrie)

Statistik adalah metode/asas-asas mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka-angka tersebut berbicara.(Anto dajan)

Statistik diartikan sebagai data kuantitatif baik yang masih belum tersusun maupun yang telah tersusun dalam bentuk table. (Anto dajan)

Statistik adalah studi informasi dengan mempergunakan metodologi dan teknik-teknik perhitungan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis yang muncul di berbagai bidang. (Suntoyo Yitnosumarto)

DEFINISI STATISTIKA 
Statistika adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data. Atau dengan kata lain, statistika menjadi semacam alat dalam melakukan suatu riset empiris.

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis,menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. (Wikipedia)

Statistika adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan data yang meliputi pengumpulan data, penyusunan data, pengolahan data dan penyajian data.

Statistika deskriptif adalah tehnik yang digunakan untuk mensarikan data dan menampilkannya dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh setiap orang. Hal ini melibatkan proses kuantifikasi dari penemuan suatu fenomena. Berbagai statistik sederhana, seperti rata-rata, dihitung dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Statistika deskriptif dapat memberikan pengetahuan yang signifikan pada kejadian fenomena yang belum dikenal dan mendeteksi keterkaitan yang ada di dalamnya. Tetapi dapatkah statistika deskriptif memberikan hasil yang bisa diterima secara ilmiah? Statistik merupakan suatu alat pengukuran yang berhubungan dengan keragaman pada karakteristik objek-objek yang berbeda .

Mengambil kesimpulan tentang suatu populasi berdasarkan data dari sampel yang terbatas merupakan tujuan dari suatu proses pengambilan keputusan inferensial atau statistik induktif. Berbeda dengan fisika, hubungan atau relasi empiris yang diobservasi pada ilmu alam, sosiologi dan psikologi (dan bidang pilhan lain misalnya ekonomi) bersifat statis. Pada bidang-bidang ini, pekerjaan empiris dilaksananakan berdasarkan percobaan-percobaan atau survey sampel. Pada kasus lainnya, seluruh populasi tidak dapat diobservasi-karena berbagai alasan ekonomis ataupun praktis.

Statistika dan Proses Ilmiah
Dengan ketergantungan pada tahap penelitian ilmiah, data diuji dengan tingkatan informasi yang berbeda. Data dapat dikumpulkan untuk meng-eksplore sebuah fenomena pada pendekatan pertama, dan dapat juga digunakan untuk memberikan uji hipotesis (pembuktian) secara statistik tentang struktur karakteristik melalui penyelidikan. Kemudian, statistik digunakan pada seluruh tahap proses ilmiah dimana fenomena yang terukur ikut terlibat. Disini, konsep kita tentang kemampuan mengukur menjangkau luas berbagai proposisi menarik dan ilmiah. Sebagai contoh, sebuah proposisi misalnya "seekor lebah bumble sedang terbang". Dengan menghitung jumlah kejadian tersebut dalam berbagai setting yang berbeda, kita sedang mengukur kejadian fenomena alam. Pada tahap dasar ini kita mencoba untuk menduga kemungkinan datangnya seekor lebah bumble pada keadaan yang khusus (misalnya pada hari-hari turun hujan di musim panas di Berlin).

Penyebab Doping


A.    Penyebab Doping
Doping digunakan seorang atlet agar dapat meraih prestasi, gengsi, ambisi, bonus, uang, ketenaran, hiruk pikuk tepukan dan puja puji. Banyak negara menjadikan olahraga bak sebuah industri, melibatkan uang, melibatkan berbagai pihak dan kepentingan. Di sisi lain, sajian olahraga menjadi makin menarik, penuh pesona, mampu menyedot perhatian berjuta pasang mata, menciptakan kelompok-kelompok para fans, melecut gairah, menggugah histeria. Kadang memicu pertengkaran, perkelahian atau bahkan nyawapun jadi tumbal. Untuk itulah para olahragawan (dan para ofisial) dituntut selalu tampil prima untuk meraih impian, yakni kemenangan dan prestasi
Tak ada yang salah ketika kemenangan, gengsi dan prestasi dikumandangkan. Namun upaya ke arah itu lebih baik menggunakan cara-cara jujur dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas sebagai “ruh” olah raga itu sendiri. Tentu dengan latihan tekun, teratur, terukur, sistematis dengan memanfaatkan teknologi terkini sejauh tidak melanggar ketentuan Induk Organisai Olahraga dan tidak merugikan kesehatan.
Selain hal tersebut diatas, sebab-sebab atlet melakukan doping juga dikarenakan oleh :
a.       Atlet tidak mengerti atau tidak mau mengerti akan bahaya dari Doping.
b.      Keinginan pribadi atlit untuk menang dengan cara apapun.
c.       Rangsangan hadiah apabila  menang (segi komersiel).
d.      Atlet merasa yakin bahwa obat yang mereka minum
e.       adalah baru dan tidak dapat dideteksi dalam air seninya.
Untuk mengurangi dan menghindari doping cara yang dapat ditempuh adalah :
a.         Menyebarluasan pengertian tentang efek buruk doping bagi
tubuh.
b.         Memberikan sanksi-sanksi yang sangat berat bagi para pemakainya

B.      Hubungan antara Prestasi dan Sportivitas.
Seorang atlet yang melakukan doping secara tidak langsung telah membohongi banyak publik. Apabila seorang atlet  melakukan doping berarti tidak percaya akan kemampuan yang dimilikinya dan merasa tidak nyaman dan merasa kemampuannya terus menurun apabila tidak mengonsumsi suplemen atau obat-obatan. Atlet yang melakukan doping berarti tela merusak citra olahraga dan tidak menjunjung sportivitas..
Apabila seorang atlet ingin diakui dan berprestasi maka harus berlatih dengan giat dan tekun serta bersaing dengan jujur tanpa doping. Karena doping hanya akan menjerumuskan dan merusak tubuh serta bila ketahuan menggunakan doping akan menanggung malu dan mendapat hukuman dari pihak yang berwenang yaitu                 WADA ( World Anti Doping Agency ), sebuah lembaga yang khusus menangani doping.

Doping Kopi dalam Aktivitas Olahraga


a.         Doping kopi dalam aktivitas olahraga
Banyak sekali yang suka akan minuman yang satu ini. Kopi sangat disukai terutama orang tua dan pekerja. Tetapi sekarang ini kopi tidak hanya dinikmati oleh orang tua dan pekerja saja, remaja dan anak-anak juga banyak yang menyukainya. Bagi remaja dan pelajar kopi biasanya sebagai teman begadang. Kopi selalu menemaninya dengan setia terlebih bila saat ujian sekolah tiba, kopi sebagai pilihan utama untuk teman begadang. Kopi ada dua jenis, yaitu kopi arabica dan kopi robusta. Kopi robusta memiliki kandungan kafein dua kali lebih besar dibanding kopi Arabica. Keuntungan dan kerugian kopi bagi kesehatan tubuh ditentukan oleh pengaruh kafein yang dikandung dan kondisi tubuh ketika menikmatinya.  Kafein  merupakan zat alami yang terdapat dalam kopi, teh dan coklat  yang bermanfaat meransang kerja syarat pusat, memicu detak jantung dan aliran darah serta  meredam rasa ngantuk.  Kafein juga terdapat dalam berbagai minuman  minuman olahan pabrik separti Coca cola,  Pepsi  dan aneka minuman suplemen energi, karena ditambahkan secara sengaja dalam proses pembuatannya.   Kandungan kafein dari berbagai minuman tersebut amat bervariasi, namun yang relatif tinggi  adalah  dalam kopi instan dan kopi yang tidak diendapkan.
Setelah minum kopi detak jantung meningkat sehingga jantung akan lebih sering memompa darah, merangsang sistem saraf dan meningkatkan temperatur tubuh. Dengan meningkatnya temperatur tubuh, maka kandungan kafein dalam kopi difungsikan sebagai pembakar lemak termogenik, sehingga dengan minum kopi sebelum aktivitas olahraga, tubuh akan membakar lemak lebih banyak dalam sesi olahraga tersebut, Jadi kafein dalam kopi baru berfungsi untuk membantu membakar kelebihan lemak apabila kita berolahraga. Jika kita tidak melakukan aktivitas untuk membakar lemak, maka fungsi kopi hanya akan membuat kita menjadi energik dan bersemangat kembali karena kafein merangsang sistem saraf. Hal tersebut diperkuat dari perolehan data hasil praktikum yang menunjukkan peningkatan kerja pada aktivitas fisik. Studi lain menunjukkan bahwa kafein dari segelas kopi dapat meningkatkan kadar adrenalin dan system pembuluh darah sehingga bila kafein diminum di pagi hari akan meningkatka semangat kerja dan kemampuan kerja fisik. Kafein juga meningkatkan penggunaan lemak tubuh untuk menghasilkan energi.

EFEK DOPING DALAM OLAHRAGA


A.     Efek Doping
Meskipun atlet sudah tahu akan bahaya doping tetapi mereka tetap saja melakukannya tanpa berpikir panjang. Atlet yang melakukan doping biasanya karena stress, tidak mencapai hasil latihan yang maksimal. Selain itu motivasi mendapatkan hadiah dari suatu turnamen. Penyesalan memang selalu datang diakhir, setelah atlet pensiun maka ia akan berpikir dan merasa bahwa doping berpengaruh pada tubuhnya. Pengaruh atau efek doping tergantung pada jenis obatnya dan biasanya akan dirasakan setelah beberapa tahun atau setelah atlet berusia tua. Berikut jenis obat doping dan pengaruhnya bagi tubuh :
a.         Analgesic. Sebagai penghilang rasa sakit ketika haid menjelang. Tetapi, dampaknya jika salah memilih obat bisa mengakibatkan sulit bernapas, mual, kehilangan konsentrasi, dan mungkin menimbulkan adiksi atau kecanduan.
b.         Diuretika  contoh : acetazolamide, bumetanide, chlorthalidone. Pada beberapa jenis olah raga yang memiliki kriteria berat badan, misalnya angkat besi,diuretika untuk mengeluarkan cairan tubuh. Banyak dan cepatnya pengeluaran air seni ini akan cepat menurunkan berat badan sebab 60 persen dari berat badan manusia terdiri atas air. Sayangnya, bersama itu akan terbawa keluar pula beberapa jenis garam mineral. Akibatnya, timbul kejang otot, mual, sakit kepala, dan pingsan. Pemakaian yang terlalu sering mungkin akan menyebabkan gangguan ginjal dan jantung. selain dehidrasi, sakit kepala, mual, dan detak jantung yang tidak normal, dehidrasi yang parah dapat menyebabkan ginjal dan jantung berhenti bekerja
c.         Eritropoetin dan menyuntikkan darah ,Kedua cara ini akan meningkatkan jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Fungsi sel darah merah melalui hemoglobin adalah mengangkut oksigen. Dengan jumlah oksigen yang cukup bagi seluruh tubuh, proses pembakaran akan berjalan lancar sehingga energi yang dihasilkan akan bertambah. Cara ini biasanya untuk atlet yang memerlukan daya tahan lama. Misalnya, untuk lari jauh, maraton, thriatlon, sky, berenang 800 m, dan balap sepeda jarak jauh. Namun, efek bahaya suntikan eritropoetin darah menjadi lebih pekat sehingga mudah menggumpal dan memungkinkan terjadinya stroke(pecahnya pembuluh darah di otak).
d.        Doping dengan suntikan darah akan menimbulkan reaksi alergi, meningkatnya sirkulasi darah di atas normal, dan mungkin gangguan ginjal. Golongan obat peptide hormonis dan analognya dapat berakibat atlet menderita sakit kepala, perasaan selalu letih, depresi, pembesaran buah dada pada atlet pria, dan mudah tersinggung. Selain sejumlah kerugian tadi, dampak kejiwaan yang diderita atlet pengguna doping yang ketahuan adalah siksaan tersendiri. Banyak atlet pemakai doping yang menderita depresi.
e.         Obat-obatan anabolik, termasuk hormon androgenik steorid. Jenis hormon ini punya efek berbahaya, baik bagi atlet pria maupun atlet perempuan karena mengganggu keseimbangan hormon tubuh serta meningkatkan risiko terkena penyakit hati dan jantung. Khusus bagi atlet perempuan, pemakaian hormon ini akan menyebabkan tumbuhnya sifat pria, seperti berkumis, suara berat, dan serak. Lalu, timbul gangguan menstruasi, perubahan pola distribusi pertumbuhan rambut, mengecilkan ukuran buah dada, dan meningkatkan agresivitas. Bagi atlet remaja, itu akan mengakibatkan timbulnya jerawat dan pertumbuhannya akan berhenti. Efek samping lainnya yaitu meningkatkan tekanan darah dan suhu tubuh, meningkatkan dan membuat tidak beraturan detak jantung, serangan dan kegelisahan, kehilangan nafsu makan dan kecanduan. Ini dapat menyebabkan jantung berhenti, stroke dan kematian. Stimulan ini dapat ditemukan dalam resep dan obat-obat yang dijual di konter termasuk dalam herbal dan makanan tambahan.
f.           Anabolic steroids, contohnya androstenedione, nandrolone dan stanozolol. Untuk merangsang sel otot dan tulang untuk membuat protein baru. Mereka meningkatkan kekuatan otot dan mendorong pertumbuhan otot baru, meniru pengaruh dari hormon seks laki-laki testosteron. Mereka juga meningkatkan tekanan darah, memperkeras arteri dan meningkatkan resiko sakit jantung, sakit lever, dan kanker tertentu.
g.         HGH, Human Growth Hormone (hormon pertumbuhan manusia), somatotrophin. menyamai hormon pertumbuhan dalam darah yang dikendalikan oleh mekanisme kompleks yang merangsang pertumbuhan, membantu sintesa protein dan menghancurkan lemak. HGH disalahgunakan oleh saingan untuk merangsang otot dan pertumbuhan jaringan. Efek yang merugikan termasuk kelebihan kadar glukosa, akumulasi cairan, sakit jantung, masalah sendi dan jaringan pengikat, kadar lemak tinggi, lemahnya otot, aktivitas thyroid yang rendah dan cacat.
h.         Erythropoietin (EPO) EPO dipeoduksi oleh ginjal untuk merangsang produksi sel darah merah untuk mengangkut oksigen. Kegunaan utama dari EPO sintetis adalah untuk mengobati anemia. Ini disalahgunakan oleh atlet jarak jauh, pemain ski cross-country dan pembalap sepeda untuk meningkatkan daya tahan. Efek yang merugikan termasuk tekanan darah tinggi, menyumbat pembuluh arteri dan vena, pembengkakan otak, jantung berdebar, sakit dan luka pada otot dan mual.
i.           Beta-Blockers, untuk membendung penyampaikan rangsangan ke jantung, paru-paru dan aliran darah, memperlambat rata-rata detak jantung. Itu dilarang dalam olahraga seperti panahan dan menyelam karena menghindarkan getaran. Efek merugikan yang terjadi antaralain mimpi buruk, susah tidur, kelelahan, depresi, gula darah rendah dan gagal jantung.
j.           Doping darah. Mengatur sel darah merah atau hasil peroduksi yang terkait untuk menambah jumlah sel darah merah buatan yang ada di dalam tubuh, yang meningkatkan kapasitas pengangkutan oksigen dalam tubuh. Darah dapat diambil dari atletnya sendiri dan disimpan selama dua atau tiga bulan menjelang kompetisi. Efek merugikan termasuk gagal ginjal dan lever dan kerusakan otak.
Posted by Webmaster at 13:26